Table Manner

Etiket perjamuan (etiket makan) sudah dikenal sejak jaman dahulu dan hingga kini masih tetap dilestarikan terutama untuk kegiatan keprotokolan, jamuan kenegaraan maupun kegiatan resmi atau semi dinas lainnya.

Minggu, 15 Juni 2008

Tujuan Perjamuan

Pada umumnya tujuan menyelenggarakan suatu perjamuan adalah:

  • Untuk menghormati tamu penting dan terhormat dari kalangan organisasi atau kedinasan
  • Untuk merayakan suatu peristiwa tertentu. Misal: Ulang tahun/ulang tahun pernikahan, lulus ujian (bentuk rasa syukur), acara perkenalan/perpisahan, pernikahan, arisan(pertemuan-pertemuan rutin),dll
  • Untuk menyelenggarakan rapat atau kegiatan sosial, yang membicarakan masalah usaha dibidang sosial, pengumpulan dana,dll


Corak Perjamuan

Yang dimaksud corak perjamuan adalah jenis/bentuk perjamuan yang akan diselenggarakkan

Jenis perjamuan :
Lebih disesuaikan dengan waktu penyelenggaraan perjamuan. Ada beberapa jenis perjamuan antara lain :
* Coffe morning
* Brunch (perjamuan antara makan pagi dan makan siang)
* Lunch
* Dinner
* Tea time / tea party
* Cocktail party

Apa yang harus anda lakukan pada saat jamuan makan dan gelas apa untuk minuman anda?
Sangat mudah, begitu para pakar etiket berkata. Aturan umum tentang perangkat makan tersebut adalah mulai dari yang posisinya paling luar, dan kemudian bergerak ke arah di mana piring utama kita berada: sendok sop dulu, kemudian pisau ikan dan garpu, dan barulah pisau dan garpu utama.

A. Serbet
B. Piring utama
C. Mangkok sop dan tatakannya
D. Piring roti dan mentega dengan pisau roti
E. Gelas air
F. Anggur putih
G. Anggur merah
H. Garpu ikan
I. Garpu utama
J. Garpu salad
K. Pisau utama
L. Pisau ikan
M. Sendok sop
N. Sendok makanan pencuci mulut dan garpu kue

Perhatikan bahwa posisi garpu salad (J) disarankan untuk diletakkan di sebelah kiri garpu utama (I). Bagaimanapun juga untuk jamuan resmi garpu utama digunakan sebelum garpu salad, karena itu sebaiknya para tamu menunggu hidangan utamanya sebelum mengambil salad.

Kapan memulai makan

Berbeda dengan nasehat orang tua, para pakar etiket malah menganjurkan untuk memulai makan tanpa harus selalu menunggu orang lain — mulailah makan saat makanan hangat disajikan. Untuk makanan dingin atau buffets, tunggulah hingga tuan rumah mempersilakan makan, dan tunggu pula hingga tamu utamanya mulai mengambil makanan.

Makanan yang dapat dipegang dengan tangan:
  1. Roti: break slices of bread, rolls and muffins in half or into small pieces by hand before buttering.
  2. Bacon: jika potongan dagingnya tebal, makanlah dengan menggunakan pisau dan garpu. Jika garing, pecahkan dengan garpu dan makanlah dengan tangan.
  3. Makan dengan tangan: Ikuti pedoman tuan rumah. Jika makanan tersebut disajikan dalam piring, ambil dan letakkan pada piring anda sebelum memakannya.
  4. Makanan yang biasanya langsung dimakan dengan tangan: jagung pada ikan tongkol, tulang iga, lobster, kepiting dan tiram dengan cangkang terbuka, sayapayam dan tulang (untuk situasi tidak resmi), sandwiches, beberapa jenis buah tertentu, buah zaitun, seledri, roti dan kue kering.

Membuang makanan yang terselip dari mulut:
  1. Serpihan buah zaitun: keluarkan dengan hati-hati ke telapak tangan sebelum membuangnya ke piring.
  2. Tulang ayam: gunakan garpu untuk membuang ke piring.
  3. Duri ikan: buanglah dengan jari.
  4. Bagian yang lebih besar: tulang atau makanan yang tidak ingin anda makan keluarkan dengan hati-hati dan tersembunyi ke dalam serbet makan hingga tidak diketahui orang lain.


Gelas apa untuk minuman apa ?
Para ahli minuman anggur sepakat bahwa tiap jenis minuman anggur membutuhkan gelas yang berbeda untuk memberikan kesan yang mendalam dari aromanya. Misalnya menggunakan gelas yang ramping untuk minuman Burgundy, tidak akan memberikan ruang yang cukup bagi cairan minuman tersebut untuk membuat pusaran dan mengeluarkan aroma khusus. Bentuk gelas juga perlu berbentuk melangsing dari atas ke bawah sehingga memungkin kan aromanya tercium sebelum diteguk. Pada umumnya, pegangan gelas haruslah cukup panjang untuk digenggam dan tidak menyentuh bagian mangkuknya sehingga dapat mempengaruhi suhu minuman dan aromanya.


  1. Air: gelas dengan gagang yang pendek. Pegang gelas pada bagian gagangnya untuk mempertahankan minuman tetap dingin.
  2. Brandy: pencium aroma brandy. Bawalah gelas dalam dua genggaman tangan untuk menghangatkan gelas yang akan mengeluarkan aroma brandy.
  3. Anggur putih: dengan bentuk agak ramping dan bagian mangkoknya melebar untuk menangkap aromanya. Pegang gelas pada gagangnya agar minuman tersebut tetap dingin.
  4. Burgundy Reds dan Pinot Noirs: dengan bentuk agak melebar dan lebih tinggi dibanding gelas untuk anggur putih.
  5. Champagne: gelas yang sempit, yang dapat mengurangi daerah permukaan anggur dan menghindari busa minuman dari berhamburan.
  6. Anggur merah: gelas anggur yang paling besar. Peganglah gelas pada bagian pertemuan antara gagang gelas dan mangkuknya.

Coffee Morning (Perjamuan Minum Kopi)

Biasanya diselenggarakan pada pagi hari antara pukul 10.00-12.00. Perjamuan ini dapat bersifat resmi atau tidak resmi. Pada perjamuan jenis ini disajikan minuman kopi/teh yang dilengkapi dengan kue kecil rasa asin dan manis serta ditambah pula dengan jenis minuman lain seperti aneka soft drink,dll. Peralatan yang digunakan dapat disesuaikan dengan tujuan perjamuan tersebut. Untuk perjamuan resmi, tamu kehormatan mendapat pelayanan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan tanu yang lain. Sedangkan untuk acara tidak resmi, tamu menuangkan sendiri minumannya. Pada acara coffee morning, tuan rumah dapat berinisiatif dengan melengkapi aksesori meja seindah mungkin agar terlihat lebih semarak.

Brunch (Perjamuan antara makan pagi dan makan siang)

Brunch singkatan dari breakfast dan lunch, yaitu kombinasi acara minum kopi yang dilanjutkan dengan acara makan siang (pukul 10.00-11.00). Acara ini lebih bersifat kekeluargaan atau dilingkungan teman atau kerabat terdekat. Peralatan makan dan aksesori yang digunakan tidak terlalu terkait. Busana untuk tamu yang hadir bersifat santai dan bebas. Brunch cocok untuk acara arisan.

Lunch (Perjamuan makan siang)

Diselenggarakan antara pukul 12.30-15.30. Perjamuan makan siang dapat bersifat resmi atau tidak resmi. Umumnya menu makanan dan peralatan disesuaikan dengan tujuan perjamuan. Sedangkan menu makanan yang disajikan terdiri dari makanan pembuka (seperti sup/salad), makanan utama (nasi/kentang dan daging) makanan penutup (buah/es krim/puding dll)

Dinner (Perjamuan makan malam)
Perjamuan makan malam lebih bersifat resmi dibandingkan dengan makan siang (Lunch). Perjamuan dilaksanakan pada pukul 19.00 - 22.00, dapat diadakan oleh lingkungan kedinasan maupun lingkungan keluarga. Jenis peralatan serta menu makan malam (dinner) dapat disesuaikan dengan tujuan perjamuan. Apabila acara bersifat resmi, gunakan alat yang netral seperti stainless steel dan porselin/keramik putih. Apabila acara bersifat tidak resmi, bisa menggunakan peralatan/aksesori yang lebih menonjol seperti nuansa emas, kuning, dll. Pada perjamuan makan malam dapat diadakan dengan cara sitting dinner, buffet (prasmanan) dan semi buffet.



3 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda